Friday, 21 February 2014

Sel Punca dari Air Seni Mungkin Dapat Sembuhkan Penyakit

Sel Punca dari Air Seni Mungkin Dapat Sembuhkan Penyakit

Terapi menggunakan sel-sel punca dari tubuh pasien sendiri adalah bermanfaat karena tidak menyebabkan penolakan imunitas, namun masih perlu dibuktikan.
Para peneliti telah mengisolasi sel-sel punca dari air seni sebagai sumber potensial terbaru untuk menyembuhkan penyakit-penyakit manusia. Para penyelidik mengatakan menggunakan air seni atau urin untuk mengumpulkan dan mengembangbiakkan sel-sel utama adalah cara mudah dan melibatkan pemrosesan minimal.

Dengan menggunakan protein yang diketahui sebagai faktor-faktor pertumbuhan, para peneliti dapat memanipulasi sel-sel punca -- atau sel-sel utama -- untuk menumbuhkan jaringan di tubuh. Terapi menggunakan sel-sel punca dari tubuh pasien sendiri bermanfaat karena tidak menyebabkan penolakan imunitas, seperti yang dapat terjadi dengan jaringan-jaringan dan organ-organ dari donor.

Saat ini, sebagian besar peneliti menggunakan proses rumit untuk merekayasa sel-sel kulit dan darah menjadi jenis-jenis sel tertentu. Hal itu disebabkan karena sedikitnya sumber murni dari sel-sel utama -- selain dari embrio manusia, yang penggunaannya cukup kontroversial.

Para peneliti sekaran menemukan sejumlah kecil sel-sel punca dalam air seni. Anthony Atala, direktur Lembaga Wake Forest untuk Pengobatan Regeneratif di Winston-Salem, North Carolina, mengatakan, “Keuntungan dari air seni adalah kita bisa mendapat sekitar 2 liter urin setiap hari. Jadi kita tidak perlu menusuk tubuh pasien dengan jarum atau melakukan biopsi."

Dalam laporan yang dimuat jurnal Stem Cells, sebuah tim dari Wake Forest menggambarkan bagaimana sampel-sampel air seni dari 17 individu yang sehat, mulai dari usia 5 sampai 75 mengandung sel-sel punca yang dapat diisolasi, kemudian dibentuk menjadi sel-sel jenis otot halus seperti yang ada di dalam saluran kecing dan kandung kemih.

Berikutnya, mereka menempatkan sel-sel tersebut ke dalam struktur-struktur pendukung yang aktif secara biologis yang disebut perancah (scaffolds), dibuat dari usus babi, kemudian menanamkan jaringan yang direkayasa tersebut pada tikus.

Setelah satu bulan, sel-sel punca yang diambil dari air seni itu menumbuhkan tanda-tanda biologis dari jaringan konektif dan saluran darah, yang menunjukkan adanya potensi untuk menjadi tulang, otot, syaraf atau sel-sel lemak.

Meski air seni berlimpah dan merupakan sumber yang kurang invasif dalam mengambil sel punca, beberapa ahli ragu nilai dari sumber ini. Chris Mason, seorang peneliti dari pengobatan regeneratif dari University College London, mengatakan ada sangat sedikit sel-sel punca yang dapat digunakan dari air buangan tersebut.

Ia mengatakan bahwa penelitian yang tidak biasa ini memerlukan eksplorasi ilmiah yang lebih jauh.

"Ini sepertinya wilayah yang masih menggunakan data yang sangat, sangat awal dari kelompok-kelompok yang sedikit. Saya kira sebelum kita yakin ada sel-sel punca yang dapat digunakan dari air seni, kita perlu mereproduksinya di sejumlah laboratorium yang berbeda. Ada banyak pertanyaan dan kemungkinan dibandikan dengan kepastian," ujar Mason.

Sementara itu di China, para ilmuwan di sana dilaporkan telah berhasil menumbuhkan gigi kecil dari sel-sel punca air seni.  

sumber : VOA

Ilmuwan AS Buat Jantung dari Sel Punca

Ilmuwan AS Buat Jantung dari Sel Punca

Arah penelitian ini adalah untuk membuat otot jantung manusia untuk mengganti bagian yang rusak karena serangan jantung.
Para ilmuwan menggunakan sel punca (stem cells) untuk membangun kembali jantung tikus setelah melucuti sel-sel aslinya.

Sebuah tim peneliti di Fakultas Kedokteran University of Pittsburgh pertama-tama melucuti sel-sel dari jantung tikus, sebuah proses yang menurut mereka memerlukan waktu 10 jam.

Sisa sel-sel jantung tersebut kemudian diisi dengan sel-sel punca pluripoten manusia (iPS). Sel-sel ini dibuat menjadi sel-sel progenitor kardiovaskuler (MCP) multipotensi. Sel-sel iPS sendiri dibiakkan dari sel-sel fibroblast dari biopsi kulit manusia.

"Belum pernah ada yang mencoba menggunakan MCP untuk regenerasi jantung sebelumnya. Ternyata matriks ekstraseluler jantung, atau materi tempat tumbuhnya sel jantung, dapat mengirim sinyal-sinyal untuk memandu MCP menjadi sel-sel terspesialisasi yang diperlukan untuk fungsi jantung yang benar," ujar peneliti senior Lei Yang, asisten profesor untuk biologi perkembangan di fakultas kedokteran University of Pittsburgh.

Jantung yang baru dibuat itu mulai berdegup dengan kecepatan 40-50 detak per menit dalam beberapa minggu, menurut para peneliti. Meski menjanjikan, mereka mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan "untuk membuat jantung berkontraksi lebih kuat supaya dapat memompa darah lebih efektif, dan untuk membangun kembali sistem konduksi listrik jantung secara benar sehingga detak jantung meningkat dan melambat secara benar."

Di masa yang akan datang, hal ini dapat mengacu pada penggantian jaringan yang sesuai untuk transplantasi, ujar Yang.

"Salah satu tujuan kami berikutnya adalah untuk melihat apakah mungkin untuk membuat otot jantung manusia untuk mengganti bagian yang rusak karena serangan jantung. Hal itu mungkin lebih mudah dicapai karena tidak akan memerlukan sel sebanyak itu," tambahnya.

Penemuan ini dipublikasikan di jurnal Nature Communications.
 
sumber : VOA

Ilmuwan Ciptakan Otot Buatan yang Kuat

Ilmuwan Ciptakan Otot Buatan yang Kuat

Para peneliti mengatakan otot-otot sintetis dapat digunakan untuk robot manusia, kaki palsu dan eksoskeleton atau kerangka luar kaki yang lumpuh.
Dengan melingkarkan benang pancing polimer berkekuatan tinggi dan benang jahit biasa secara kuat, sebuah tim peneliti internasional telah menciptakan otot-otot buatan berkekuatan manusia super yang dapat dibuat dengan biaya rendah.

"Jika dibandingkan, otot ini memiliki kekuatan seratus kali lebih besar dibandingkan otot alami," ujar Carter Haines, kandidat doktor dari Nanotech Institute di University of Texas, Dallas, yang memimpin tim tersebut.

Satu otot buatan itu dapat mengangkat beban 7,25 kilogram, menurut para ilmuwan. Menulis dalam jurnal Science, Haines mengatakan otot-otot sintetis itu dapat digunakan untuk menggerakkan robot manusia, kaki palsu dan kerangka luar atau eksoskeleton bagi orang-orang yang ototnya sudah mengecil atau lumpuh.

"Kita lihat apakah, daripada menggunakan, misalnya saja kaki palsu, kita dapat menggantikannya dengan sesuatu yang lebih pas pada kaki atau tangan yang telah kehilangan fungsinya," ujarnya.

Menurut laporan tersebut, para ilmuwan mengatakan jalinan benang jahit dengan diameter kurang dari helai rambut manusia juga dapat digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang tidak terlalu mebutuhkan tenaga. Misalnya saja, sebuah otot sintetis dapat menggerakkan robot-robot mekanis yang melakukan operasi kecil, ujar Haines.

Saat dipanaskan, otot itu berputar dan berkontraksi untuk menghasilkan tenaga, dan ketika didinginkan, otot menjadi santai. Organ buatan itu dapat diberi tenaga lewat perbedaan suhu atau baterai sederhana.

Ketika dijahit pada kain, Haines mengatakan benang itu dapat membuka pori-pori pakaian ketika panas supaya udara dingin masuk dan sebaliknya menutup pori-pori kain ketika dingin.

Otot-otot itu mudah dibuat, menurut Haines, karena menggunakan bahan-bahan yang dapat dibeli di toko. Murid-murid sekolah yang mempelajari teknologi itu menggunakan otot sintetis untuk proyek-proyek sains sekolah mereka.  

sumber : VOA